Layanan
SOLUSI PENGELOLAAN SAMPAH
YANG TERINTEGRASI DAN BERKELANJUTAN
Metro Klina menghadirkan layanan pengangkutan dan pengolahan sampah dengan teknologi modern untuk lingkungan yang bersih dan sehat.
Organik
Mengolah sampah organik menjadi produk bermanfaat melalui metode pengolahan yang berkelanjutan.
Anorganik
Mengubah sampah anorganik menjadi sumber daya bernilai melalui proses pengolahan yang terintegrasi.
METODE PENGOLAHAN SAMPAH ANORGANIK


1.
REFUSED DERIVERED FUEL (RDF)
Refuse Derived Fuel (RDF) merupakan pengolahan sampah sebagai solusi inovatif dalam mengurangi timbulan sampah sekaligus menghasilkan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. RDF merupakan bahan bakar padat yang diproduksi dari fraksi sampah yang memiliki nilai kalor tinggi dan tidak dapat didaur ulang secara ekonomis, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pengganti sebagian bahan bakar fosil pada industri, khususnya industri semen dan pembangkit energi.
Melalui penerapan teknologi pengolahan modern, PT. Metro Klina Intranusa mendukung program Ekonomi Sirkular, pengurangan emisi gas rumah kaca, serta pengurangan ketergantungan terhadap penggunaan batubara.
Melalui penerapan teknologi pengolahan modern, PT. Metro Klina Intranusa mendukung program Ekonomi Sirkular, pengurangan emisi gas rumah kaca, serta pengurangan ketergantungan terhadap penggunaan batubara.

2.
SORTED SECONDARY FUEL (BAHAN BAKAR SEKUNDER TERPILAH)
Bahan Bakar Sekunder Terpilah/ Sorted Secondary Fuel (SSF) yaitu adalah bahan bakar alternatif yang berasal dari sampah kota baru dan/atau sampah lama dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)/landfill dan/atau sampah sejenis rumah tangga, yang telah melalui proses pemilahan (sorting) untuk menghilangkan logam, batu, limbah B3, dan material inert lainnya, serta pengurangan kadar air (dewatering) hingga tidak menimbulkan ceceran air, dengan bentuk dapat tercacah atau tidak tercacah. PT. Metro Klina Intranusa berkomitmen menghadirkan solusi pengelolaan Sorted Secondary Fuel yang modern, profesional, dan berorientasi pada keberlanjutan.


3.
PENCACAHAN PLASTIK (Gelas Plastik)
PT. Metro Klina Intranusa mengelola sampah gelas plastik bekas sebagai salah satu jenis sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan dapat didaur ulang menjadi bahan baku industri. Melalui proses pengolahan yang terstandarisasi, gelas plastik bekas diubah menjadi cacahan plastik (plastic flakes) yang siap dimanfaatkan kembali oleh industri daur ulang.
Tujuan dari pencacahan ini adalah untuk mempermudah pengolahan lebih lanjut, seperti daur ulang, atau mengurangi volume sampah plastik agar lebih mudah dikelola.
Tujuan dari pencacahan ini adalah untuk mempermudah pengolahan lebih lanjut, seperti daur ulang, atau mengurangi volume sampah plastik agar lebih mudah dikelola.

4.
PRESS KARDUS & KERTAS
PT. Metro Klina Intranusa mengelola sampah kardus bekas melalui proses pemilahan, pemadatan (baling), dan pengemasan untuk menghasilkan bahan baku daur ulang yang berkualitas. Proses ini bertujuan meningkatkan nilai ekonomi kardus bekas, mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), serta mendukung penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) dan Ekonomi Sirkular. Dengan dipadatkan, volume kardus bekas akan berkurang secara signifikan, sehingga lebih efisien dalam hal penyimpanan dan transportasi.
METODE PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK

1.
KOMPOS
PT. Metro Klina Intranusa mengembangkan sistem pengolahan sampah organik menjadi kompos berkualitas sebagai solusi ramah lingkungan untuk mengurangi timbulan sampah serta menghasilkan produk yang bermanfaat bagi sektor pertanian, perkebunan, penghijauan, dan lanskap. Melalui penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) dan Ekonomi Sirkular, sampah organik diolah menjadi pupuk organik yang mampu meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

2.
BLACK SOLDIER FLY (BSF)
PT. Metro Klina Intranusa mengembangkan sistem pengolahan sampah organik menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot sebagai solusi inovatif untuk mengurangi timbulan sampah organik sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi. Teknologi biokonversi ini memanfaatkan kemampuan alami larva BSF dalam menguraikan limbah organik secara cepat dan efisien. Maggot, khususnya larva Black Soldier Fly (BSF), berperan penting dalam pengolahan sampah organik. Mereka dapat mengurai sampah organik dengan cepat dan efisien, mengubahnya menjadi kompos atau pakan ternak berkualitas tinggi.
PT. Metro Klina Intranusa mengembangkan sistem pengolahan sampah organik menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot sebagai solusi inovatif untuk mengurangi timbulan sampah organik sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi. Teknologi biokonversi ini memanfaatkan kemampuan alami larva BSF dalam menguraikan limbah organik secara cepat dan efisien. Maggot, khususnya larva Black Soldier Fly (BSF), berperan penting dalam pengolahan sampah organik. Mereka dapat mengurai sampah organik dengan cepat dan efisien, mengubahnya menjadi kompos atau pakan ternak berkualitas tinggi.
